Kamis, 22 Mei 2014

Nasihat untuk Mereka

Posted by Anisa Fitrah at 05.58 1 comments
Aku seperti tidak punya lagi privasi selain apa yang telah kau ketahui.  Aku muak tertangkap basah olehmu. Karena lebih dari apapun kau telah mengetahuiku. Jadi aku mulai mencari tentang orang-orang baru diluar pengetahuanmu. Ya, aku sedang berusaha. menuliskan sesuatu yang tak bisa kau terka. Mencoba memiliki sebuah rahasia. Apakah itu salah?

Mereka membantuku menjalankan misiku. Ya orang-orang itu.Orang-orang yang mulai membuatku tertarik, yang bahkan sebelumya tidak ada hubungannya denganku sama sekali. Aku hanya mencoba mengalihkan perhatianmu, ke arah yang tak kau duga, sudah kubilang ini baru usaha.

Bahkan, aku ingin secepatnya lari. Lari dari pengetahuanmu. Hingga pada akhirnya aku dapat bilang, dunia yang ku ketahui tidak sesempit yang kau bayangkan. Aku lelah dengan semua yang biasa ini. Aku ingin sesuatu yang baru. Memecah belah seluruh prasangkamu dan membuat kau menyerah.

Untukmu, seseorang yang selalu mengetahui hidupku. Ada satu hal yang harusnya kau tahu. Sebaik apapun dirimu, kau tidak seharusnya mengetahui segalanya. karena apabila itu sudah menjadi rahasia, maka itu berarti memang tak pantas kau ketahui, bahkan bisa jadi itu dapat menyakitimu.

Selebihnya, berhentilah mencari tahu, urusilah hidupmu sendiri. Tidakkah itu lebih penting? 





Senin, 12 Mei 2014

Kalah

Posted by Anisa Fitrah at 04.56 0 comments


Haruskah semua kalah oleh rasa bersalahku? Bahkan saat ingin menyalahkanmu, dilihat dari segi mana pun aku tetap saja kalah. Aku bersalah terlebih dulu. Aku tahu. Tapi tidakkah kau tahu? Yang kau beri padaku ini lebih dari sekedar tergores? Namun saat aku berfikiran begini semua kembali padaku, seakan-akan aku melihatmu menertawakan kebodohanku. Bahkan kau paksa aku menyimpan hal yang tak ingin aku simpan. Aku tahu hal ini dengan jelas, dan tak bisakah kau berhenti membuatku gila? Sekali lagi aku kalah olehmu. Aku bahkan terlalu percaya diri bisa cepat melupakanmu, tapi sampai kini apa yang terjadi? Tak sedetikpun itu terjadi. Masih pantaskah aku merasa bersalah dan kalah? Dan kau pergi begitu saja, seakan tak terjadi apa-apa. Haruskah berakhir begini? Sampai sekarang aku masih tak percaya, kalau kau masih menyalahkanku. Sadarlah juga, kubilang, kau lebih dari sekedar menggores, kau menikam dalam dan kau biarkan aku menutupnya lukanya sendiri atas dasar rasa bersalaku, karna kau berhasil mengalahkanku.
 

✿Sakura No Shiori Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea