Selasa, 31 Desember 2013

Happy New Year!!!

Posted by Anisa Fitrah at 21.39 2 comments
               Hello guys :D Aku mau ngucapin selamat tahun baru nih buat kalian. Semoga di tahun 2014 ini kita bisa menjadi yang lebih baik daripada kita yang ditahun 2013 yaaa!! Oh iya, resolusi kalian apa tahun ini? Kalau aku tentu saja semoga bisa sukses buat UN, sukses masuk PTN yan di inginkan, insya Allah. Tahu kan kalian aku udah kelas 12? jadinya ya emang harus bener-bener serius buat ke perguruan tinggi gitu. Oh iya insya Allah aku mau masuk Arsitektur Landscape di IPB. Doain terus yaa :) yah untuk mewujudkan resolusi itu maka aku harus SWAG, yaitu jadi single woles anti galau. hahaha becanda dengg. sukses buat kalian.. Chayoo!!! 

Minggu, 24 November 2013

Gaptek...?

Posted by Anisa Fitrah at 01.49 4 comments
Rian.  Cowok pintar dan keren dari kelas XI IPA 1 itu lah yang selalu mengganggu pikiran ku. Aku dan Rian sekelas pas kelas X, tapi  sekarang tidak lagi. Rian masuk ke kelas inti, sedangkan aku tidak. Entah mengapa sampai sekarang, Rian tak pernah terlihat atau ketahuan memiliki pacar. Padahal menurutku, modal Rian untuk menarik perhatian para cewek sudah sangatlah besar. Tapi itu tidak dimanfaatkan oleh Rian. Rian lebih sering terlihat sendiri. Kalau tidak ia mungkin terlihat bersama Dayu. Dayu itu adalah satu-satunya cewek yang dekat dengan Rian. Tapi mereka tidak pacaran. Ya, mereka hanya bersahabat. Aku pernah menanyakan hal itu kepada Dayu. Dan hanya dijawab “Nggak mungkin lah Ra, aku sama Rian Cuma temenan kok”. Itu cukup membuatku puas. Setidaknya, kalau aku mendekati Rian, aku tidak mengganggu hubungan siapa-siapa.
Semester baru, baru berjalan sebulan. Berarti baru sebulan juga aku terpisah kelas dengan Rian.  Aku sempat menyesal kenapa nggak bisa masuk kelas inti. Bukan hanya karena Rian sih, tapi, siapa coba yang nggak mau masuk IPA 1? Keren banget nggak sih gabung sama anak-anak pintar, yang kutu buku tapi gak kalah gaul juga itu? Yaah, aku harus cukup puas dengan hanya masuk IPA 2. Di sekolahku, hanya ada 4 kelas IPA. IPA 1 kelas inti, dan IPA 2 adalah kelas inti ke 2. Dan sisanya? Bisa ditebak lah.Tapi aku beruntung. Aku berhasil terpilih menjadi ketua ekskul pecinta alam. Aku memenangkan 65 persen suara saat votting minggu kemarin. Jadi seenggaknya aku cukup punya nama di sekolah. Dan itu nggak bikin aku minder-minder banget kalau mau ngedeketin Rian.
Hari ini pelajaran full sampai siang alias nggak ada jam yang kosong. Ditambah lagi pulang sekolah harus  ada rapat pengurus ekskul pecinta alam buat bahas progam kerja pengurus baru. Capek banget rasanya. Sesampai rumah aku merebahkan tubuhku di tempat tidur, sambil membaca-baca buku agenda yang berisi hasil rapat tadi. Besok kami para pengurus harus membagi-bagikan formulir pada calon anggota baru di kelas X, tidak menutup kemungkinan juga bagi kelas XI yang ingin ikut bergabung karena belum sempat bergabung pas kelas X. Dan kalian pasti tahu niatku kan? Ya, aku mau mengajak Rian ikut bergabung juga di ekskulku. Kira-kira Rian mau nggak ya? Mau. Pasti mau. Aku hanya bisa berpikir positif.
Keesokan harinya, aku bersama pengurus ekskul pecinta alam yang lain berkumpul  pada jam istirahat karena membagi-bagikan formulir. Aku sebagai ketua mengkoordinir mereka. Dengan kata lain akulah yang bertugas membagi kelompok dalam membagi-bagikan formulir. Dan tentu saja aku sendiri bertugas membagikan formulir di kelas XI, tepatnya XI IPA 1 sampai XI IPA 3. Aku sengaja biar bisa membagikannya langsung kepada Rian, sekedar untuk meyakinkannya agar ia mau masuk ke ekskulku sih. Entah memanfaatkan jabatanku untuk hal seperti ini dibenarkan atau tidak. Yang aku pikir, selama aku tidak merugikan pihak lain dalam hal ini komunitas ekskulku sih, aku pikir tidak mengapa.
***
Aku bersama Fanny, sahabatku yang juga anggota ekskul pecinta alam, sudah tiba di depan XI IPA 1. Kelas ini, entah mengapa karena isinya anak pintar semua, jadi saat jam istirahatpun mereka hampir semua duduk diam dikelas. Ada yang membaca buku, ada yang mengutak-atik laptopnya, bahkan ada yang sekedar bercerita dengan anak lain. Rian termasuk tipe yang terakhir. Ia tampak sedang bercanda dengan salah seorang temannya yang bernama Eza. Aku dan Fanny kemudian masuk dan memberikan pengumuman di depan kelas.  Setelah memberi penjelasan singkat, aku dan Fanny berkeliling kelas membagikan formulir. Tiba di depan meja Rian, aku tersenyum sebisaku.
 “Rian, gabung ya, kegiatan kita seru loh”, kataku padanya dengan hati-hati.
“Liat nanti ya Ra, aku pikir-pikir dulu”, jawabnya.
Aku hanya menaikkan alisku kemudian lanjut berkeliling. Setelah selesai, aku dan Fanny langsung keluar dari kelas itu. Aku harap, Rian bisa membaca kodeku, karena cuma dia yang aku beri  bujukan ekstra tadi. Ya, itupun kalau dia peka. Kita tunggu saja sampai tiga hari kedepan. Karena batas pengembalian formulir adalah tiga hari lagi.
***
Jam istirahat usai. Kami para pengurus ekskul pecinta alam telah selesai melaksanakan tugas kami yaitu membagikan formuilir. Semoga saja banyak yang berminat ikut ekskul yang aku ketuai ini. Semoga. Aku dan Fanny kemudian kembali ke kelas. Di kelas aku bertemu Dayu. Dayu nampak sedang mengisi formulir yang aku bagikan tadi.
“Yu, kamu mau daftar ya?”, sapaku
“Hehe iya nih Ra, diterima ya nanti”.
“Loh, kemarin emang kamu ekskulnya apa?”.
“Aku ikut lukis, tapi kurang menantang, hehe”.
“Oke sip deh, kalo udah, langsung kasih aku ya Yu”.
“Iya Ra”.
“Eh iya, Rian ekskulnya apa sih kemarin?”.
“Hmm, kemarin sih dia ikut basket. Tapi jarang datang gitulah, dia sibuk Ra. Kenapa?”.
“Nggak papa sih, nanya doang, aku ngajakin dia ikut PA juga, kira-kira dia mau nggak ya?”.
“Waduh nggak tahu juga sih, dia itu orangnya males ikut ekskul sebenarnya, tapi nggak tahu deh kelas XI ini dia mau apa nggak”.
“Hehe, yaudah Yu, makasih deh”.
“Iya Ra, sama-sama”.
Pembicaraanku dengan Dayu berakhir, bertepatan dengan guru mapel Bahasa Inggris yang  sudah datang. Aku kembali ke mejaku dan mengeluarkan LKS Bahasa Inggrisku, kemudian mengikuti pelajaran seperti biasa.
***
Aku sampai dirumah pukul setengah tiga, karena perjalanan dari sekolah ke rumah yang lumayan jauh. Ya seperti biasa, setelah itu aku makan dan tidur siang.  Sebelum tidur, aku menyempatkan membuka akun media sosialku di internet. Akun favorit tetap saja facebook dan twitter. Hanya ada beberapa pemberitahuan di facebook dan mention di twitter. Nah, sudah sekian lama aku mengenal Rian, aku masih belum juga pernah menemukan akun sosmednya, baik itu facebook ataupun twitter. Bisa dibilang facebook  dan twitter merupakan salah satu jalan ku untuk mengintip kesehariannya. Seperti sedang apa dia, apa yang dia rasakan dan lain-lain. Bahasa kerennya adalah aku bisa stalking. Tapi? Masa iya Rian nggak punya facebook atau twitter sih? Sebegitunya ya? Hmm. Aku mencoba mengetikkan nama panjangnya di kolom pencarian facebook. “Derian Saputra” lalu ku klik tanda kaca pembesar. Tapi hasilnya tetap nihil. Malah yang muncul adalah akun-akun facebook yang namanya hampir mirip dengan Rian. Hal yang sama juga aku lakukan di twitter. Tapi hasilnya sama-saja. Tidak menghasilkan sesuatu yang dapat membuatku senang. Huh.
Aku kemudian menutup mataku mencoba tidur . Tidur siang adalah kegiatan rutinku setiap hari. Hal ini membantuku untuk tahan belajar hingga larut malam. Oke, time to sleep.
***
Hari pengumpulan formulir itupun tiba. Rasa khawatir mulai ada jikalau Rian tidak mau mendaftar. Jam istirahat aku stay dikelasku untuk menunggu siswa yang mau mengembalikan formulir. Kebanyakan memang murid kelas X yang mendaftar, tapi, tunggu. Itu Rian. Dia tampak membawa kertas, menuju kearahku. Bingo! Rian ikut mendaftar! Entah kenapa dia mau. Mungkin karena dibujuk Dayu, atau karena nilai eksulnya jelek tahun lalu. Tapi masa bodo. Yang penting dia mau mendaftar.
“Diandra, ini formulirku, harus seru loh ya, kalo nggak awas aja”.
“Haha iya deh. Ntar kamu boleh usul kok kegiatan macam apa yang kalian pengenin, kita pengurus bakal usahain”, jawabku.
“Okedeh makasih ya”.
“Yup, sama-sama”.
Setelah itu Rian ke tempat duduk Dayu, dan berbicara sesuatu. Entah apa yang mereka bicarakan. Dan pemandangan itu membuatku, cemburu. Memang mereka hanya teman. Tapi, siapa tahu dari teman jadi cinta?
***
Sepulang sekolah, aku bersama pengurus ekskul yang lain menyeleksi formulir yang masuk. Sebagian besar yang mendaftar kami terima. Hanya sedikit yang kami tolak karena kurang memenuhui kriteria yang kami telah tentukan. Rian? Tentu saja diterima. Aku tak sabar bertemu dengannya besok saat pertemuan ekskul. Bahkan aku tak sabar membayangkan satu ekskul dengannya nanti. Fanny yang sepertinya bisa membaca pikiranku hanya tertawa saja. Fanny memang sahabat yang baik, dia teman yang paling mengerti aku.
Keesokan harinya, aku kembali mengkoordinir seluruh anggota ekskul pecinta alam untuk berkumpul karena ada yang ingin aku sampaikan kepada mereka. Jadi sepulang sekolah kami kembali berkumpul di ruang rapat osis seperti biasa. Rian dan Dayu nampak jalan berdua ke ruang osis. Aku pura-pura tidak melihat mereka. Setelah semua anggota berkumpul, aku memberikan sambutan selamat datang kepada para anggota baru. Dan berpidato seadanya ala-ala ketua. Fanny tampak membagikan selebaran lagi yang berisi form. contact person. Yang harus di isi adalah no telepon, dan data beberapa akun sosmed. Cerdas!
Acara sambut-sambutan pun selesai. Kegiatan ekskul resminya akan dimulai nanti menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari anggota osis. Aku dan Fanny sedang membereskan kursi yang dipakai pertemuan tadi. Kiki, wakil ketua ekskulku sedang mengumpulkan selebaran yang dibagikan Fanny tadi. Melihat itu, aku menghampiri Kiki. Dan ikut melihat form yang sudah diisi itu. Mataku mencari-cari nama Derian Saputra. Ketemu! Tapi, kok? Hanya no HP nya yang ia isi. Akun sosmednya kosong! Apakah ini berarti Rian memang nggak punya akun Sosmed? Masa sih dia gaptek? Aku masih tidak percaya.
***
Dirumah, aku memandang HP ku dengan gelisah. SMS Rian nggak ya? Masa iya cewek duluan sih? Masa bodo!
Diandra: Hei, Ini Rian?
Lama, SMS itu belum dibalas-balas oleh Rian, menambah kecemasanku saja. Yaudah, biarin aja dulu. Akupun melanjutkan aktifitas rutinku. Ya, tidur siang.
Sampai malam, sms itu belum dibalas oleh Rian. Hal itu tentu saja membuatku kesal. Aku kemudian meng-SMS Fanny. Ya, curhat gitu. Saran Fanny sih dibiarin aja. Jangan terlihat terlalu agresif. Oke, saran dilaksanakan.
Hampir pukul sepuluh malam, HP ku berbunyi. Rian. Rian membalas smsku!
Rian: Iya, syp ni?
Tanpa sabar, aku lalu membalas lagi dan malam itu kita jadi ber-SMSa-n ria
Diandra: Ini Diandra. Eh, form yang tadi siang kok akun sosmednya kamu kosongin?
Rian: Oh haha itu. Aku beneran gak punya Ra.
Diandra: Masa sih Yan?
Rian: Haha iya serius. Kenapa sih km penasaran bgt?
Diandra: Ya gpp sih, heran aja lah.
Rian: Heran knp?
Diandara: Gak deh lanjut. Gpp
Rian: Oke :)
Terpaksa aku mengakhiri pembicaraan kami sebelum aku ngomong yang macam-macam. Ya, daripada ketahuan duluan kalo aku kepo dan pengen stalkingin dia kan? Malam semakin larut, aku pun memutuskan untuk tidur saja.
***
“Yu, Rian beneran gak punya FB atau twitter ya Yu? Kamu pasti tahu deh”, kataku pagi itu membuka pembicaraan yang agak berbisik-bisik dengan Dayu
“Hmm, dia emang nggak punya sih Ra”.
“Kenapa? Dia gak bisa mainnya?”, tanyaku keceplosan.
“Haha nggak lah Ra, Rian itu bukan tipe orang yang suka main sosmed. Rian itu sibuk banget. Nggak sempat buat gitu-gituan Ra”.
“Sibuk gimana sih?”.
“Kamu ntar pulang sekolah kesini aja deh”, jawab Dayu sambil menuliskan sesuatu di selembar kertas.
“Apaan nih?”.
“Udah, kamu kesitu aja ntar siang kalo emang pengen banget tahu tentang Rian. Aku tahu kok. Kamu suka sama Rian kan? Rian juga udah tahu kok. Dia yang nyuruh aku ngasih ini ke kamu Ra”.
“Haa? Jadi? Rian tahu kalo aku suka sama dia?”.
“Iya Ra”.
“Yaudah, makasih ya Yu”.
“Sama-sama Ra”.
Aku lalu menuju tempat dudukku dan menceritakan semuanya pada Fanny. Fanny tampak kaget juga. Ternyata tingkat kepekaan Rian sebagai cowok sudah lebih dari cukup untuk mengetahui kalau aku suka sama dia. Duh!
Pulang sekolah, aku ditemani Fanny pergi ke alamat yang diberikan Dayu. Di kertas itu tertulis RM. DUTA MINANG, Jl. Pattimura no 34. Ini maksudnya rumah makan? Tanyaku pada Fanny. Fanny hanya menaikkan bahunya.
Alamat yang aku tuju ada didepan mataku sekarang. Benar adanya itu adalah sebuah rumah makan Padang yang cukup ramai. Aku dan Fanny hanya mengintip dari luar. Rian! Dia tampak memakai seragam yang sama dengan beberapa orang lain. Ditangannya berbaris rapi piring-piring yang penuh semuanya. Aku dan Fanny hanya saling bertatapan heran. Setelah selesai mengantarkan pesanan ke meja pelanggan, Rian yang sudah menyadari keberadaanku dan Fanny langsung menghampiri kami.
“Kalian mau makan?”, tanya Rian
“Hah? Nggak Yan. Kamu kerja disini?”, jawabku.
“Iya Ra. Aku partime disini, dari pulang sekolah samapai jam sembilan malam, kamu sebegitunya ya pengen tahu tentang aku? Inilah aku Ra. Aku mungkin nggak se-perfect yang kamu pikirin kan?”, tutur Rian panjang lebar
Aku masih diam.
“Aku tahu kamu pasti kaget ngelihat ini Ra, aku harap kamu nggak ilfeel ya, setelah tahu yang sebenarnya. Oh iya, aku tahu kok kamu suka sama aku. Tapi aku maunya kamu suka sama aku apa adanya. Ya beginilah aku Ra. Kamu masih suka sama aku? Aku bukan orang kaya seperti kalian. Handphone aja nggak bisa buat internet. Ya mana bisa aku facebookan sama twitteran iya kan?” sambung Rian lagi.
“Aku nggak ilfeel sama sekali kok. Aku malah semakin kagum sama kamu”.
Rian hanya tersenyum. Entah apa artinya.  Setelah tahu semua ini, rasa sukaku pada Rian bertambah lagi dan lagi. Rian tetap saja Rian yang sama dimataku. Dia tetap saja mengagumkan, mau pakai seragam SMA ataupun seragam pelayan, dia sama saja. Bahkan seratus kali lebih mengagumkan melihatnya sekarang.


Jumat, 27 September 2013

Seberapa Pantas- Sheila On 7

Posted by Anisa Fitrah at 21.23 2 comments
Seberapa pantaskah kau untuk kutunggu…
Cukup indahkah dirimu untuk s’lalu kunantikan
Mampukah kau hadir dalam setiap mimpi burukku
Mampukah kita bertahan di saat kita jauh
Seberapa hebat kau untuk kubanggakan…
Cukup tangguhkah dirimu untuk s’lalu kuandalkan
Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang
Sanggupkah kau meyakinkan di saat aku bimbang

Celakanya…

Hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu
Hanya kaulah yang benar-benar memahamiku
Kau pergi dan hilang kemanapun kau suka…
Celakanya…

Hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan
Hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan
Diantara pedih aku s’lalu menantimu…


Mungkin kini kau t’lah menghilang tanpa jejak
Mengubur semua indah kenangan…
Tapi aku s’lalu menunggumu di sini
Bila saja kau berubah pikiran

Sabtu, 24 Agustus 2013

Tips and Tutorial Bermain Twitter Ala Anisa

Posted by Anisa Fitrah at 00.38 5 comments
         Hai semua pembaca setia dan para stalker blog aku :p Hahaha aku mau nyoba nulis Tips dan Tutorial dalam menggunakan Twitter nih, biar bisa lebih nyaman makenyaa, haha apasihh -__- jangan diketawain ya tulisanku ini. Baru pertama kali nulis tutorial soalnya. Yah, tutorialnya emang nggak murni semuanya aku yang tulis sih, ada beberapa yang tinggal copy paste. Tapi kalau tipsnya murni dari aku kok hehehe. Oke, langsung aja yaa..

            Oke. Twitter seperti namanya, sosial media ini diartikan "berkicau". Kenapa namanya twitter? karena sosmed satu ini layanan utamanya adalah menyediakan lahan buat para twit addict semua buat berkicau alias ngebacot alias mengungkapkan unek unek apa aja yang lagi ada di pikiran twit addict semuanya. Yah, asalkan bacotannya nggak mengandung SARA dan mencemarkan nama baik orang atau hanya sekedar nyindir gitu, ya boleh laah. karena kalo ngelanggar bisa-bisa twitter kalian kesuspanded HAHAHA kayak punya aku nihhh. Ancaman lainnya bisa kejerat sama UU informatika loh. Hi syerem kan. masa karana bacotan aja kita dijeblosin ke penjara sih :( makanya hati-hati kalau ngetwit. Soalnya jaman sekarang bukan mulutmu harimaumu, tapi jempolmu harimaumu, hehe.  Oh iya, menurut aku, browser paling oke buat twitteran ya pakai Google Chrome. Jadi tips pertama kalau mau twitteran yah pakai Google Chrome.  Kalau belum punya download dulu deh disini

            Curhat dikit, tadi aku sempet bilang kalau akunnku itu ke suspased kan, nah, itu bukan karena twit atau ava aku mengandung SARA atau mencemarkan nama baik orang loh ya, tapi karena aku melanggar salah satu atau mungkin beberapa rule yang ada di twitter yaitu make aplikasi auto follow. Rule Twitter bisa kalian baca disini. Yah, aku sendiri nggak tahu kalau Twitter itu ada rule nya juga. Jadi tips yang kedua adalah Baca dulu Rule Yang ada di Twitter secara seksama, kalau nggak ngerti sama bahasa Inggris, ya tinggal translate ke bahasa Indonesia. Translatetan google cukup bisa dimengerti kok :)

       Terus, bagaimana mengatasi akun yang udah terlanjur suspanded? Nih aku kasih tutorialnya. Sebenarnya sih aku sendiri nggak berhasil ya make cara ini, entah kenapa. Tapi bisalah buat dicoba. Siapa tau kalian beruntung, nggak kayak aku :(



Berikut cara mengatasi akun Twitter yang suspended.




  • Silakan menuju ke → Twitter Help Center
  • Isi form yang telah tersedia. Berikut adalah rinciannya :

    • Regarding : Suspended account
    • Subject : account suspended
    • Description of problem : Dear twitter, exposed to suspend my account. and I apologize if I am wrong in using twitter. but I do not understand what the error to my account suspended. help me so that my account could be in use again, because this account is the account belongs to the community. thanks very much.
    • Full Name : Isi nama Anda
    • Twitt username : @usernameAnda
    • Email address : isi email yang Anda gunakan untuk login twitter
    • Phone number (optional) : isi nomor ponsel Anda (Boleh tidak diisi)
  • Klik Submit. Nanti muncul pemberitahuan seperti ini :

    Thanks! Your request has been submitted to Twitter. We are usually able to respond within a few days, but some issues may take longer. Please check your email inbox from Twitter Support. If you don't see one, try checking your email's spam and trash folders.
  • Silakan cek email Anda, nanti ada email dari Twitter Support - update on "account suspended. Isinya seperti ini :

    Hello, We understand that you're contesting an account suspension. Please be sure to read this entire email; you will need to take further action in order to reopen your ticket and trigger a review of your account. Twitter suspends accounts for a variety of reasons :
    • If your account was suspended for aggressive following behavior, you should have received an email notification to the address associated with your Twitter account. You'll need to confirm that you've removed all prohibited following automation from your account, and will stop any manual aggressive following behavior. To expedite your appeal process, please review our Best Practices page if you haven't already, and then reply to this ticket with a confirmation that you understand our policies and will not engage in any prohibited following behavior.
    • Please take a minute to review the Twitter Rules.
    • If you received an email from admin@twitter.com saying 'you're being suspended' or that we're going delete your account, you're safe; the email is fake. More information here https://support.twitter.com/articles/204820-safety-fake-twitter-emails
    • While we strive to avoid mistakes, it's also possible that your account was suspended in error. If after reviewing the Rules, you have no idea why your account was suspended, just reply to this email indicating as much, and we'll take another look at your case. Our apologies if the error turns out to be ours.

    Thanks, Twitter Support
  • Balas email tersebut, isinya seperti ini :

    I confirmation, that I understand our policies and will not engage in any prohibited following behaviour. I have integrated Twitter with my Facebook account and created some updates with some test links. If this has caused the suspension, please accept my apologies. We will not Tweet many links in the future, but use the account to update Followers. I have read your guidelines today and I can't see an obvious reason why my account has been suspended. The account is important to me and it is for a very good cause. In any case, I will not engage in any prohibited following behaviour in the future. I have a lot of great things to communicate and I am an enthusiastic Twitter user and Follower. It would be very helpful to have our account back at the soonest possible. Many thanks in advance.
  • Nanti akan ada email balasan dari Twitter, isi pesannya seperti ini :

    Hello, Twitter has automated systems that find and remove multiple automated spam accounts in bulk. Unfortunately, it looks like your account got caught up in one of these spam groups by mistake. I've restored your account; sorry for the inconvenience. Please note that it may take an hour or so for your follower and following numbers to return to normal. Thanks, gobeee

  •          Yah, seperti yang aku bilang, aku pun nggak berhasil pakai cara diatas. Email aku  nggak dibales sama Twitter support. Dan aku belum nemu cara lain buat balikin akun yang suspanded. terpaksa ya aku move on ke twitter yang baru. HAHA aneh banget sih. Yah kan ini tips. berhasil atau nggak ya tergantung ke masing-masingnya kan.
            Oke, move on dari akun yang suspased, kita lanjut ke tips selanjutnya ya :) Pernah nggak sih Twitt addict semua ngalamin yang namanya susah ganti avatar, background atau header? Yah, Aku juga pernah ngalamin yang kayak gitu, apasih masalahnya? 
    1. Susah Ganti Avatar
        Biasanya susah ganti avatar lewat web atau lewat twitter.com langsung bisa ditanggulangi dengan menggunakan aplikasi lain dalam membuka twitter, seperti http://www.snaptwit.com/http://writelonger.com  atau lain-lain. Tinggal pilih profile di menu terus masuk kelaman profile edit, dan kalian bisa ganti disitu. Dan FYI, mengganti avatar lewat aplikasi itu kualitas gambarnya lebih bagus daripada lewat web loh. 
          Tapi, kadang-kadang ya, avatar itu bisa diganti lewat web, tapi malah nggak bisa diganti lewat aplikasi? gimana dong? padahal udah tahu kan kualitas gambarnya bagusan lebat aplikasi kan? Nah, tips yang ketiga itu ya, pertama ganti dulu lewat web, setelah itu ganti lagi lewat aplikasi, dan jrengjreng, ava kamu bisa diganti, dan tetap kualitasnya bagus.

    2. Susah Ganti Background
            Yang kedua ini susah ganti bakground. Disaat twit addict semua udah boseeen banget sama background yang lama, tapi justru malah nggak bisa bisa diganti? Gondok banget kan? Yang kita tahu mengganti background itu kan hanya bisa lewat web, dan tidak bisa lewat aplikasi kan? Kalian salah, ada website yang bisa buat mengganti background tanpa lewat web. Mau tahu? Ini nih websitenya http://www.colourlovers.com/themeleon/twitter. Pertama bisa langsung sign in ke twitter kamu, cari tulisan sign in seperti gambar dibawah ini 

     kemudian klik authorize app

    setelah itu, klik image, dan upload gambar yang kamu mau


    setelah itu boleh pilih palet warna sesuka kamu buat warna latar sama warna link


    tinggal di save, selesai :)


    3. Susah Ganti Header
               Buat yang satu ini aku tahunya cuma bisa diganti lewat web. So kalau emang susah diganti, Tips keempat, pastiin dulu jenis file gambar kamu itu JPEG atau JPG. Karena kalau masih PNG dijamin akan tidak bisa diganti. Cara ngubah filenya gimana? Caranya, pilih gambar, klik kanan klik edit. Nah abis itu kalian bakal masuk ke paint kan, setelah itu save gambar kayak kalian ngesave gambar paint. Nah, pastiin, sebelum ngeklik save  formatnya udah bener JPEG atau JPG. nih kayak gambar dibawah ini


    Nah, setelah itu baru deh kalian coba ganti lagi headernya. Pasti berhasil deh, haha :p


    Okelah ya, segitu aja dulu tutorialnya, pertanyaan dan tanggapan comment aja yaa :) Oh iya jangan lupa follow twitter saya @anisafitrah yang mau copy artikel ini boleh kok :) berbagi itu indaah. Pesannya tetap taati peraturan twitter, dan tetap jaga sopan santun juga. See you di tutorial selanjutnya, Amin. Okebaay :)




    Rabu, 07 Agustus 2013

    Happy Idul Fitri

    Posted by Anisa Fitrah at 04.24 0 comments
    Hello Guyss :))
    Malam takbiran loh ini, aku mau ngucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri ya buat kaliaan. Mohon maaf lahir dan bathin. Maaf kalo aku pernah salah salah kata di blog ini yaaa! Semoga kita bertemu di Ramadhan tahun depaan :)) Laaafftt

    ini pict nya dari facebook nya elvinda :) makasih elpiiinn

    Jumat, 26 Juli 2013

    Juni Love

    Posted by Anisa Fitrah at 13.29 3 comments
                  Hari ini, hari kelima di bulan Juni. Sisa-sisa hujan semalam masih membasahi rerumputan dan membuat becek jalan yang aku lewati. Seperti biasanya aku berangkat sekolah mengendarai sepeda. Hal tersebut merupakan hal yang biasa bagiku. Apalagi jarak rumahku ke sekolah yang tak begitu jauh. Jalan yang aku lewati pun bukanlah jalan besar. Aku melewati kompleks-kompleks perumahan yang menjadi jalan tikus menuju sekolahku. Menurutku itu cukup aman dan nyaman, dibanding harus berdesakan untuk naik angkutan umum. 


                     Jam di tanganku menunjukkan pukul tujuh kurang lima belas. Gerbang sekolahku akan ditutup jam tujuh tepat. Aku mempercepat kayuhan sepedaku karana tidak mau menjadi salah satu dari murid-murid yang terlambat. Sungguh rugi menjadi murid yang terlambat. Selain tidak boleh ikut jam pelajaran pertama, sepulang sekolah harus menjalani hukuman lanjutan. Entah hukuman apalagi yang akan diberikan oleh Bu Rodiah kepada anak-anak yang terlambat. Meskipun aku pernah mendapatkannya sekali, aku berharap semoga tidak akan mendapatkannya lagi. 



                      Kayuhan sepedaku terhenti saat kepulan asap voging dari kejauhan menghalangi pandanganku. Aku berhenti di depan sebuah rumah yang sepertinya aku kenal. Ya, ini adalah rumah guru kimiaku, Pak Argo. Namun, meski sering melewati rumah ini setiap hari, belum sekalipun aku melihat anak laki-lakinya yang terkenal keren itu secara langsung. Dan hari ini, entah beruntung atau apa, Anak SMP bernama Dwiki itu tepat berada di depanku, mengenakan seragam biru putihnya, nangkring dia atas motor matic putihnya.



                   “Mbak, belum boleh lewat disini, masih ada penyemprotan. Mbak lewat kompleks sebelah aja”, Dwiki bicara dengan santainya. Hampir pukul tujuh dan aku harus berputar arah? Ini sama saja menyerahkan diri pada Bu Rodiah. Aku masih belum bergerak dari tempatku sekarang. Malah aku berniat menerobos kepulan asap berbau tidak enak itu. 



                    “Mbak mau nebeng nggak mbak? Mbak muridnya Bapak kan? Sekolah kita juga hadap-hadapan. Itu sih kalo mbak mau. Kalau nggak sih nggak papa”, katanya. Aku masih berfikir. Membanyangkan omelan Bu Rodiah sepertinya membuatku mengiyakan tawaran Dwiki. 



                      “Sepedaku gimana?”.



                      “Udah mbak parkir aja di dalam. Aman kok”.
      
                       Akhirnya aku menuntun sepedaku memasuki pagar rumah Pak Argo. Sepertinya Pak Argo sudah berangkat. Motornya sudah tidak ada. Setelah memarkir sepedaku, aku keluar dan naik ke motor Dwiki. Canggung rasanya. Tapi senang juga.



                       Sampai di depan sekolah, banyak murid-murid yang berlarian menuju gerbang. Aku pun turun dengan mengucapakan terimakasih pada Dwiki. Dwiki hanya tersenyum, kemudian menyebrang menuju sekolahnya. Ternyata diantara murid-murid yang berlarian itu ada sahabatku, Nadya. Dia menaikkan alisnya karena melihatku turun dari motor dan di bonceng anak SMP.



                        “Siapa tadi Gin? Kok kamu nggak naik sepeda?”, tanyanya.



                       “Hahaha, itu Dwiki”, jawabku cekikikan.



                       “Dwiki anaknya pak Argo Gin?, kok bisa?”.



                       “Ntar aku certain di kelas. Ayo cepetan”.



                                                                                      ***



                           Aku sudah menceritakan semuanya pada Nadya dan turut didengarkan oleh beberapa murid perempuan yang lain. Dan bisa ditebak? Mereka semua iri padaku. Dwiki memang sudah lama popular di kalagan kelas X. Entah apa karena hanya beda setahun darinya, atau karena Pak Argo hanya mengajar di kelas X. Selama ini aku hanya melihat Dwiki hanya dari foto di akun facebooknya saja. Dan ternyata aslinya dia lebih cute dan keren. Pantas saja teman-temanku yang sudah pernah melihat Dwiki itu sangat heboh saat cerita. karena itu semua memang fakta. Dwiki memang mempesona.



                    Jam sekolah selesai. Tujuan pertamaku adalah rumah Pak Argo. Mau apalagi kalau bukan mengambil sepeda. Dan malasnya aku harus berjalan kaki kesana tengah hari bolong begini. Suara klakson motor mengagetkanku. 



                “Ayo naik, mbak mau ke rumahku kan?”.



                “Bisa nggak sih Ki, kamu jangan manggil aku mbak? Kesannya aku tuh tua banget. Padahal mungkin tahun lahir kita sama”. Ngomong apa sih aku ini? Kesannya pengen kelihatan seumuran gitu? Bego Ginaa.



                 “Okelah. Gina, ayo naik. Aku tahu kok kamu lahirnya juga tahun 1998. Tanggal 1 Juni kan?’, hehe. Aku Cuma nggak mau dikira nggak sopan aja sama kakak kelas”, jelasnya.



                “Kok tahu namaku dan tanggal lahirku. Kita kan belum kenalan? Ciyee, kamu ngefans ya?”



                  “Tuh di papan nama ada. Dan 1 Juni kan belum lama. Kamu kan waktu iu lewat didepan rumahku, dengan baju berlumuran telur dan tepung. Apalagi kalau bukan ulang tahun? Udahlah buruan. Jadi malah cerita kan..”.



                    Jadi Dwiki lihat peristiwa itu? Malu banget rasanya. Tapi, dia ingat sebegitunya? Seneng dehh. Nadya dan yang lain-lain pasti iri setengah mati nih sama aku. Di atas motor, aku ngobrol sebentar sama Dwiki. Dwiki bilang, dia udah lulus. Dan bakal melanjutkan SMA di sekolahku. Sekolahku memang termasuk favorit sih. Jadi tentu saja Dwiki juga mau masuk ke SMA ku. Apalagi bapaknya ngajar disana. Jadi nggak perlu susah-susah. 



                    Sampai di rumah Dwiki, aku berniat akan mengambil sepeda dan langsung pulang. Tapi pak Argo mencegahku. Aku malah disuguhi minum oleh istrinya.



                   “Gina, rumahmu dimana sih?, kok tiap hari sekolah lewat sini?”, tanya pak Argo.



                    “Di perumahan Mutiara Pak,” jawabku singkat.



                    “Itu si Dwiki nanyain namamu ke bapak, tanyanya gini, Itu loh pak, mbak-mbak yang tiap hari lewat sini pakai sepeda itu?” lanjut pak Argo ketawa.



                       “Maaf ya mbak, Dwiki memang nakal”, tambah istri Pak Argo.



                        Aku jadi semakin bingung. Ngapain Dwiki nanyain aku? Masa iya dia suka sama aku? Aku hanya senyum saja menanggapi omongan Pak Argo dan istrinya. Bahkan Dwiki sendiri setelah masuk ke kamar, dia nggak keluar-keluar lagi. Haha, mungkin dia malu sama bapankya. Aku kemudian pamit pulang pada Pak Argo dan istrinya karena sudah hampir sore. Menuntun sepedaku keluar pagar dan kurasa Dwiki melepasku dari balik jendela kamarnya.



                                                                                                                                          -bersambung

    Sabtu, 20 Juli 2013

    Happy Birthday, Me :)

    Posted by Anisa Fitrah at 20.50 0 comments
    Hiyaaaaaa :))
              Ha semua, baru bisa ngepost sekarang nih, muhehe. Aku mau cerita soal sweet 17 ku niih :) jadi ulang tahunku yang ke 17 itu jatuh tepat tanggl 17 Juli 2013 kemaren. Karena itu bertepatan dengan bulan Ramadhan akhirnya acaranya sekalian pengajian dan buka puasa barang dehh :)) Hmm beberapa jam sebelum acara ada beberapa tragedi sihh.. yaaah aku sempet dikerjain sama sahabat-sahabatku. mereka kompakan gak bisa datang ke acara ultahku! Bayangin ya, mereka yang ada di daftar tamu teratas justru malah nggak bisa hadir. Kecewanya kanyak apa? aku sampe nangis nangis loh serius.. Hmm

              Terus tuh ya, pas udah jam setengah 5 sore,baru beberapa orang doang yang dateng. Padahal, Kak Usman yang mau ngisi pengajiannya udah dateng. Emang sih, banyak yang aku undang mereka justru gak bisa dateng karena masih sibuk dengan urusan masing-masing. Yaudah, aku mutusin untuk memulai acara hanya dengan beberapa orang saja. waktu itu baru ada Ovi, Ervi, Nur, Fitri, dan Diana. Eh terus pas udah dimulai Nui nyusul, terus Aldi, Fadli, dan Namira, Indah Tri, Hadiansa. Alhamdulillah. 

              Trus tuh ya, menjelang maghrib, pas udah mau pada buka puasa, eh dari dalam rumah keluarlah Dinda, Indah, Echa, dan Fikri yang kayaknya masuk lewat pintu belakang. Sambil membawa kue, mereka nyanyi-nyanyi gitulah.. Aku sih cuma bengong aja. Sial aku dikerjain nih ceritanya -___-

               Trus acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama pake es kopyor dan tahu isi yang katanya enak soalnya isinya udang haha :p abis itu sholat maghrib, trus maakan malam pake bakso, terus foto-foto dehhh :)) senangnyaaa... makasih ya buat semua :)). Buat ibu sama bapak yang udah mau repot repot nyiapin acaraku..  Terus buat temen-temen yang udah bantuin, yang udah ngasi kejutandan kado dan yang udah nyempetin dateng, meski sebagian besar mereka sibuuk ;') 

              Makasih juga buat yang udah ngucapin HBD di facebook maupun Twitter yaaa, makasih banyaakk :D love you so much all :')
       

    my birthday cake :')

    Minggu, 30 Juni 2013

    Dia, Kau, Aku

    Posted by Anisa Fitrah at 04.26 0 comments
    Dia. 
    Dia yang daridulu menjadi incaranku. Bukan karenamu. Tapi karena seorang yang lain lagi. Lama-lama, aku lelah mengikutinya dan orang lain itu, aku pun berhenti. Disaat aku lengah ini, kau masuk di kehidupannya, tanpa sedikitpun aku perhatikan. Aku seperti kehilangan jejak. Rasa tak menyangka yang kini menyeruak ke permukaan. Karena yang menjadi prasangkaku tak benar adanya, bahkan justru kau.

    Kau, dia.

    Aku suka kata-kata yang dia berikan padamu, meski akhirnya dia meninggalkanmu juga. Entah apa yang membuatku segelisah ini padanya. Padahal dia tak melakukan apapun padamu sekarang. Tapi mereka? Mereka sangat menyukai dia yang bersamamu. Berlebihan? Ya aku rasa kekhawatiranku ini memang berlebihan. Tak berhenti aku mengintainya, memastikan kau aman. 

    Aku.
    Aku disini entah apa yang kupikirkan. Aku bahkan tak mengenalnya, ataupun teman-temannya. Tapi aku tahu tentang mereka. Telah lama aku begini. Kau tak tahu? Bahkan jauh sebelum kita. Ya, karena dulu tak pernah aku memikirkan tentang itu. Sekarang? Entah aku seperti jatuh dilubang yang aku buat sendiri. Tolong, jauhkan aku dari semua prasangka ini. Rasa ini seperti  sesuatu yang ingin aku lihat, tapi tak ingin ku rasa sakitnya.


    Rabu, 26 Juni 2013

    Mading

    Posted by Anisa Fitrah at 03.10 0 comments





     

    ✿Sakura No Shiori Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea